Friday, March 6, 2015

contoh laporan prakerin jurusan informatika

BAB 1
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang masalah prakerin
Kerja praktek industri merupakan bagian dari kurikulum yang di laksanakan sebagai salah satu syahrat untuk mengikuti UJIAN NASIONAL ( UN ) tahun pelajaran 2012/2013 di SMK TUNAS GRAFIKA  INFORMATIKA. Prakerin di laksanakan agar dapat menghasilkan peserta didik yang bener-bener dapat membangun bangsa ini di masa yang akan datang menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak , biasa memanfaatkan sumber daya alam ( SDA ) dengan baik dan benar, serta meningkatkan dan memperluas keterampilan yang membentuk kemampuan peserta didik sebagai bekal untuk memasuki dunia kerja sesuia dengan program studi yang di milikinya. Praktek kerja industri juga di tuntut dapat meningkatkan, kedisiplinan,kreatifitas,etps kerja yang tinggi dan bertanggung jawab dalam melaksanakan suatu pekerjaan. Praktek kerja industri bertujuan untuk mengembangkan ilmu pengentahuan peserta didik yang telah di peroleh dari sekolah untuk dapat di terapkan di berbagai dunia industri.
B.     DASAR HUKUM
·         Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) pasal 3 mengenai Tujuan Pendidikan Nasional dan penjelasan pasal (15) yang menyebutkan bahwa, pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu.
 
·         Dalam pelaksanaan Praktik Kerja Industri (Prakerin) didasarkan pada ketentuan-ketentuan yang tertuang dalam UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, Kepmen Pendidikan dan Kebudayaan No. 323/U/1997 tentang penyelenggaraan Prakerin SMK, PP No.29 tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah, Kepmen Pendidikan dan Kebudayaan No. 080/U/1993 tentang Kurikulum SMK (UNNES.2006:126)
C.     TUJUAN PRAKERIN
Secara garis besar prakerin ialah member kesempatan kepada peserta didik untuk memasyarakatkan diri kepada lingkungan kerja sebenarnya, baik bagi yang menerima upah ( employer ) maupun sebagai pekerja mandiri ( interprenury ), selain itu praktek kerja industeri juga bertujuan untuk:
·         Mengenal secara cermat lingkungan fisik,administrative,dan etos kerja serta hubungan social di dunia usaha/ dunia industry
·         Meningkatkan pengetahuan peserta didik pada aspek-aspek usaha yg pontesial dalam lapangan kerja
·         Meningkatkan kreatifitas dalam proses penyerapan teknologi baru dari dunia usaha/dunia industri
·         Memberi peluang masuk penempatan tamatan dan kerja sama dengan praktek kerja industri
·         Memperoleh masukan dan umpan balikguna memperbaiki dan mengembangkan kesesuaian pendidik kejuruan
D.    MANFAAT PRAKERIN
Pengetahuan penulis semakin bertambah dan penulis mengetahui bahwa teori di sekolah tidak sama dengan dunia usaha, dan mendapatkan pelajaran yang sangat berharga di dunia usaha, mendapatkan pengalaman dan kebersamaan dalam mengerjakan tanggung jawab dalam kerja sama.
BAB II
TINJAUAN UMUM TEMPAT PRAKERIN
A.   SEJARAH  KEMENTERIAN  KEHUTANAN MANGGALA  WANABAKTI:
Dengan dasar kappres No, 43 Tahun 1974, Direktur Jenderal Kehutanan Depatermen Pertanian memiliki wewenang kepada Yayasan Sarana Wana Jaya untuk merencanakan dan melaksanakan pembangunan gedung pusat kehutanan/taman hutan dan bangunan perlengkapan lainnya.
Dalam Melaksanakan pembangunan yang dimaksud, yayasan Sarana Wana Jaya membentuk “team foresty canter” dengan tugas menyiapkan rencana pembangunan gedung, yang di awali dengan pembatasan lahan dari para penggarap sesuai peta/denah yang di maksud dalam lampiran keppres 43 tahun 1974 tersebut di atas.
Mengingat lokasi gedung pusat kehutanan berdampingan dengan gedung MPR/DPR, maka di persyaratkan bahwa arsitektur dan lingkungannya harus sesuai dengan perpadu dengan gedung MPR/DPR yang adalah gedung lembaga tertinggi negara republic Indonesia. Oleh karena itu dari sisi arsitektur, yayasan sarana wana jaya menunjuk PT. gubalaras architect yang juga adalah yang merancang arsitektur komlek gedung MPR/DPR, sehingga di anggap akan mampu melaksanakan arsitektur forestry center dengan gedung dan kompleks MPR/DPR.
Design gedung pusatb kehutanan terdiri dari 2 bangunan domain bertingkat tinggi untuk pekantoran dan diikat/dihubungkan dengan bangunan bertingkat satu sebagai banguanan umum, serta lingkungan landscape yang berbentuk “ amorf “ atau gugusan pulau-pulau yang memberi keserasian bagi lingkngan .dengan demikian citra
arsitektur tampil dalam gaya monumental yang mencerminkan keselarasan lembaga kehutanan yang dapat mengiringi gedung lembaga tertinggi negara.
Dalam melaksanakan pembangunannya Yayasan sarana Wana Jaya menunjuk P.T. Tri Darma Utama, sebagai main contractor atau kontraktor utama, yang merupakan konsorsium dari P.T. New Sahid Builders, P.T. Pembangunan Jaya dan P.T. Nugraha Kencana Jaya. Sedangkan yang bertindak sebagai quantity surveyor adalah P.T. Branusa.

Untuk arsitektur pertamanan ditangani oleh P.T. Gubahlaras sebagai koordinator dan pelaksanaannya ditangani oleh Fakultas Arsitektur dan Landscape Universitas Trisakti, P.T. Arsip Plan dibantu oleh ahli-ahli silvikultur dari Lembaga Penelitian Kehutanan.

Gedung Pusat Kehutanan atau Forestry Center, yang saat ini terkenal dengan nama Gedung Manggala Wanabakti, diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Bapak H.M. Soeharto pada tanggal 24 Agustus 1983. 27 tahun kemudian, Gedung megah yang berlokasi di Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan, Jakarta, ini masih berdiri kokoh dan semakin kuat menanamkan citranya sebagai symbol "Persatuan dan kesatuan Rimbawan Indonesia"
Ø MISI

Mengusahakan pemanfaatan fasilitas Gedung Pusat Kehutanan Manggala Wanabakti sebaik-baiknya untuk menunjang kegiatan kehutanan
.
Mengusahakan pemanfaatan Gedung Pusat Kehutanan Manggala Wanabakti untuk usaha produktif atas dasar perhitungan tata niaga yang wajar dengan kemampuan sendiri agar dapat dimanfaatkan untuk selama-lamanya.
Ø VISI
terwujudnya pengelolaan Gedung Pusat Kehutanan Manggala Wanabakti menjadi pusat kegiatan dan informasi kehutanan dan usaha produktif lainnya yang memberi manfaat bagi masyarakat dan Negara
B.   STRUKTUR ORGANISASI
Dalam pelaksanaan kegiatan perusahaan diperlukan adanya pembagian kerja yang teratur, sehingga hubungan kerja serta wewenang dan tanggung jawab dapat terlihat dengan jelas. Dengan adanya struktur organisasi di dalam perusahaan tersebut maka dapat dilihat dengan jelas mengenai hubungan kerja, wewenang dan tanggung jawab  Wanabakti  terlihat pada gambar
Ketua Badan Pengelola:
Bapak Ir. Soedarto Kartodiharjo, MM, MA
Wakil Ketua Bidang Operasi:
Bapak Ir. Ahmed B. Suhanda, MM
Wakil Ketua Bidang Keuangan/Umum:
Bapak Ir. Soekarno Karnen
C.   Bidang usaha yang dijalankan dan produk unggulan
BAB III
PLAKSANAAN PRAKERIN
A.   KEGIATAN PRAKERIN
NO
Hari/
Tanggal
Uraian singkat pekerjaan yang di lakukan
Waktu
               
Instruktur
Nama
Paraf
1
01/11/2012
Kamis
Baru mendaftar ke humas
09.00
Ibu oktavia
2
02/11/2012
Jum’at
Mengantar keliping
09.30
Pak jamain malik
3
05/11/2012
Senen
Mengantar surat
10.30
Ibu oktavia
4
06/11/2012
Selasa
Mencetak keliping
11.30
Pak jamain malik
5
07/11/2012
Rabu
Mengambil uang ke lantai 4
08.30
Ibu oktavia
6
08/11/2012
Kamis
Mengambil barang buat seminar
13.30
Ibu oktavia
7
09/11/2012
Jum’at
Mengantar keliping
11.00
Pak jamain malik
8
12/11/2012
Senen
Sakit
Sakit
Sakit
9
13/11/2012
Selasa
Mencetak keliping
Mengirim surat
Mengimput data
10.00
Pak ubay dilah
10
14/11/2012
Rabu
Mencari berita di Koran
Foto copy
13.30
Pak jamain malik
11
15/11/2012
Kamis
Mengambil barang seminar
Mengirim surat
Mengiput data
14.00
Ibu oktavia
12
16/11/2012
Jum’at
Mengantar keliping
Mengambil uang di bank
09.00
Pak jamain malik
13
19/11/2012
Senen
Membuat keliping
Foto copy
13.00
Pak jamain malik
14
20/11/2012
Selasa
SAKIT
SAKIT
SAKIT
15
21/11/2012
Rabu
Mengantarkan sepanduk
Mengimput data
Foto copy
08.30
Bpk iskandar
16
22/11/2012
Kamis
Membantu acara penanaman 1 miliar pohon
Mencetak keliping
10.30
Ibu oktavia
17
23/11/2012
Jum’at
Mengantar surat
Membuat keliping
Foto copy
11.30
Ibu oktavia
18
26/11/2012Senen
Membantu acara seminar
Mengantarkan keliping
10.30
Bpk jamain malik
19
27/11/2012
Selasa
Foto copy
Mengiput data
Mengantar surat
11.30
Ibu oktavia
20
28/11/2012
Rabu
Mencetak keliping
Membantu acara Hut kemenhut
09.30
Bpk jamain malik
21
29/11/2012
Kamis
Mengimput data
Foto copy
Mengantar surat
13.30
Ibu oktavia
22
30/11/2012
Jum’at
Membuat keliping
Mengantar surat
12.30
Bpk jamain malik
23
03/12/2012
Senen
IZIN TKM
IZIN TKM
IZIN TKM
24
04/12/2012
Selasa
IZIN TKM
IZIN TKM
IZIN TKM
25
05/12/2012
Rabu
Membuat keliping
13.30
Bpk jamain malik
26
06/12/2012
Kamis
Membantu orang seminar
Mencetak keliping
11.30
Ibu oktavia
27
07/12/2012
Jum’at
Mengantar surat
Mempersiapkan untuk seminar
10.30
Ibu oktavia
28
10/12/2012
Senen
IZIN ULANGAN
IZIN
IZIN
29
11/12/2012
Selasa
IZIN ULANGAN
IZIN
IZIN
30
12/12/2012
Rabu
IZIN ULANGAN
IZIN
IZIN
31
13/12/2012
Kamis
IZIN ULANGAN
IZIN
IZIN
32
14/12/2012
Jum’at
IZIN ULANGAN
IZIN
IZIN
33
17/12/2012
Senen
Input data
Foto copy
Antar keliping
12.00
Ibu oktavia
34
18/12/2012
Selasa
Mengantar surat
Bikin keliping
13.45
Ibu oktavia
35
19/12/2012
Rabu
Bikin keliping
Mengantar surat
12.30
Bpk jamain malik
36
20/12/2012
Kamis
Mengantar keliping
10.30
Bpk jamain malik
37
21/12/2012
Jum’at
Mengantar keliping
Bikin keliping
Input data
11.30
Bpk jamain malik
38
24/12/2012
Senen
LIBUR
LIBUR
LIBUR
39
25/12/2012
Selasa
LIBUR
LIBUR
LIBUR
40
26/12/2012
Rabu
Suruh kekantor pos
Membuat keliping
10.00
Ibu oktavia
41
27/12/2012
Kamis
Membuat keliping
Ke bank bni
09.30
Bpk jamain malik
42
28/12/2012
Jum’at
Mengantar kalender
11.30
Bpk jamain malik
B.   TEMPAT & WAKTU PRAKERIN
Tempat:
Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan, Jakarta
Waktu:
08:30 s/d 15:30
C.     HASIL PRAKERIN
mebuat kliping:
Seni membuat kliping sebenarnya telah diajarkan sewaktu kita duduk di bangku SD atau Sekolah Dasar. Pada umumnya teknik kliping digunakan untuk mengumpulkan beberapa berita atau artikel yang kita dapat dari media cetak seperti koran atau majalah yang kemudian kita gunting dan ditempelkan pada selembar helai kertas dengan ukuran dan format tertentu. Bagi yang mempunyai jiwa seni terkadang lembaran kliping diberi dekorasi di sekelilingnya. Sederhana bukan?
 PERALATAN PENDUKUNG
1.     Gunting
2.     Lem
3.     Kertas folio
4.     Pulpen
5.     Steeples
6.     Solasi ban
7.     Mesin foto copy
8.     cutter
LANGKAH-LANGKAH MEMBUAT KLIPING
·         Tempelkan kliping pada kertas yang mempunyai ketebalan sedang. Kertas yang terlalu tipis dapat menyebabkan lembaran kliping keriting. Sedangkan penggunaan kertas yg terlalu tebal dapat membuat ukuran kliping menjadi tebal dan memakan banyak tempat.

·         Gunakan lem yang cepat kering dan sedikit mengandung kadar air agar tidak merusak dan menimbulkan bercak-bercak pada potongan berita/artikel yang hendak ditempelkan.

·         Berikan jarak tepi (margin) secukupnya terutama margin sebelah kiri agar kumpulan kliping tersebut dapat dijilid dengan mudah.

·         Susunlah kliping menurut tanggal terbit isinya atau bisa juga disusun berdasar kelompok kategori berita kliping.

·         Dan lalu di foto copy perbanya.
·         Berikan sampul dan sekaligus daftar isi yang jelas agar memudahkan pengguna kliping tersebut.

·         Lalu Kemudian di steeples dan di tempelin solasi ban
·       didepan sampul di kasih tanggal pembuat’a
D.   KENDALA YANG DI HADAPI
BAB IV
PENUTUP
A.   KESIMPULAN
Dari keseluruhan kegiatan yang dilaksanakan oleh penulis mengenai pendidikan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) dapat di simpulkan hal-hal sebagai berikut :
1.Dengan dilaksanakn praktek kerja industry ini siswa dapat lebih mengetahui dan      memahami serta merasakan dengan nyata ,bagaimana lingkunagn kerja yang sebenarnya.
2.Dengan adanya Praktek kerja industri ini siswa dapat memahami suatu pekerjaan serta memahami arti suatu pekarjaan .
3.Dengan praktek kerja industri ini sebagi penunjang terhadap kurikulum pelajaran yang di dapat di bangku sekolah.
4.Menumbuhkan mental yang tangguh dalam bekerja serta keuletan .
5.Dengan adanya Praktek kerja industri ini siswa dapat atau bisa mengubah sikap menjadi disiplinan dan ulet dalam bekerja.
B.   SARAN
Pada Kementerian Kehutanan Manggala Wanabakti , Menurut penulis sudah cukup  baik dalam hal percetakan serta kemampuan yang di berikan dan banyak  keuntungan bagi Kementerian Kehutanan Manggala Wanabakti Dalam Mencetak keliping
1.     Kepada Pihak Industri agar lebih meningkatkan disiplin kerja pada
      Peserta  ( PRAKERIN )  agar  pengalaman yang di peroleh akan
      Semaksimal mungkin
2. Kepada Pihak  Sekolah diminta lebih meningkatkan praktek kerja
      Untuk Masa selanjutnya di dunia industri sudah memiliki dasar
      Kompetensi pendidikan
3.     Kepada guru Pembina disarankan agar lebih memperbaiki siswa-siswi yang sedang melaksanakan Praktek kerja Industri  ( PRAKERIN )  pada dunia industri yang telah di tetapkan.

No comments:

Post a Comment