HALAMAN
MOTTO DAN PERSEMBAHAN
MOTTO
:
P
Cermatilah
persitiwa yang terjadi kemarin sebagai pelajaran dan perubahan untuk hari esok.
P
Jadilah
kamu air tetapi janganlah kamu mengikuti sifat air.
P
Siapa
berbicara sopan akan selalu didengar orang.
P
Cintailah
kebenaran dan ampunilah kesalahan.
P
Kesabaran
dan ketabahan moral dapat menaklukan segala hal.
P
Sebelum
kita memimpin orang lain sebaiknya kita harus dapat memimpin diri kita sendiri.
P
Kejujuran
adalah melakukan sesuatu yang benar, walaupun tak seorangpun melihatnya.
P
Kita
akan berkembang ketika kita berpikir lebih banyak dan baik.
PERSEMBAHAN
:
Penulis mempersembahkan laporan ini kepada:
- Allah SWT.
- Orang tua yang
selalu mendoakan yang terbaik.
- Kepala SMK Negeri
3 Semarang atas semua nasehatnya.
- Bapak dan ibu
guru atas semua ilmu yang telah diberikan.
- Bapak Mukibin atas
bimbingannya.
- Seluruh karyawan PO. MINAS atas dukungannya.
- Semua pihak yang
telah membantu penulis, baik secara langsung maupun tidak langsung.
- Pembaca yang
budiman.
iii
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur kehadirat Allah SWT, atas segala rahmat dan hidayahNya sehingga penulis
dapat menyelesaikan penyusunan laporan hasil praktek kerja industri yang
dilaksanakan selama tiga bulan di PO.
MINAS
Laporan
Praktek Kerja Industri ini disusun dalam rangka memenuhi syarat untuk mengikuti
ujian Nasional dan sebagai laporan pelaksanaan Praktek Kerja Industri tahun
pelajaran 2012 / 2013.
Penulis
menyadari bahwa laporan Praktek Kerja Industri ini tidak dapat tersusun dengan
baik tanpa bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini
penulis dengan tulus menyampaikan terima kasih kepada :
1.
Bapak
Drs. Felik Yuniarto, MM, selaku Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Semarang yang telah
memberikan kesempatan dan ijin pada penulis sehingga dapat melaksanakan
Prakerin.
2.
Bapak
Widodo Adi Susetyo, S.Pd, selaku Kepala Program Keahlian Teknik Mekanik
otomotif.
3.
Bapak Mukibin, S.Pd sebagai pembimbing prakrein dari Sekolah.
4.
Bapak Bambang,
sebagai pembimbing dari BENGKEL PO. MINAS.
5.
Semua
pihak yang telah membantu dalam penyusunan Laporan Prakerin ini.
Semoga Laporan Prakerin ini bermanfaat bagi siapa saja
yang memerlukannya.
Iv
DAFTAR
ISI
HALAMAN JUDUL……………………………………………………... i
HALAMAN PENGESAHAN …………………………………………… ii
HALAMAN MOTTO /
HALAMAN PERSEMBAHAN ……………….. iii
KATA PENGANTAR ……………………………………………………. iv
DAFTAR ISI …………………………………………………………….. v
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Praktek Kerja Industri (Prakerind) …………
B.
Tujuan
Praktek Keraj Industri (Prakerind)…………………..
C.
Tujuan
Penyusunan Laporan Praktek Kerja Industri ……….
(Prakerind)
………………………………………………….
BAB II PENGELOLAAN
DU / DI
A.
Sejarah
Singkat Perusahaan ……………………………….
B.
Struktur
Organisasi………………………………………….
C.
Pengaturan
Jam Kerja……………………………………….
D.
Bidang
Produksi……………………………………………..
E.
Letak
Perusahaan……………………………………………
F.
Lokasi
Perusahaan…………………………………………..
G.
Kegiatan
Yang Dilakukan DU / DI ………………………….
H.
Uraian
Proses Produksi …………………………………..….
BAB III LAPORAN
TEKHNIS
A.
Proses
TUNE-UP……………………………………………..
B.
Sistim
REM…………………………………………………...
C.
Kegiatan
Praktek di Industri …………………………………
BAB IV PENUTUP
A.
Kesan
– kesan ……………………………………………
B.
Saran
– saran …………………………………………….
C.
Kesimpulan
………………………………………………
D.
Ucapan
Terima kasih ……………………………………...
LAMPIRAN – LAMPIRAN ………………………………………….
DAFTAR PUSTAKA
v
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Praktek Kerja Industri (Prakerin)
Pelaksanaan
Praktek Kerja Industri (Prakerin) sebagai perwujudan kebijaksanaan dari “Link
and match” dalam prosesnya dilaksanakan dalam dua tempat yaitu di sekolah dan
dunia usaha atau dunia industri. Upaya ini dilaksanakan dalam rangka
peningkatan untuk tamatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Khususnya SMK Negeri
3 Semarang dalam mencapai tujuan relevasi dengan kebutuhan tenaga kerja.
Harapan
utama dari penyelenggaraan Praktek Kerja Industri atau Prakerin tersebut adalah
agar siswa dapat memilih atas kerja yang meliputi :
1.
Kemampuan
dalam bekerja di perusahaan.
2.
Memiliki
inisiatif yang luas.
3.
Memiliki
kuantivitas.
4.
Hasil
pekerjaan yang berkualitas dan benilai.
5.
Disiplin
dalam belajar maupun disiplin waktu.
6.
Mematuhi
peraturan dan tata tertib yang berlaku.
7.
Mengembangkan
ketrampilan di dunia usaha.
B. Tujuan
Praktek Kerja Industri (Prakerin)
1.
Meningkatkan,
memperluas dan memantapkan ketrampilan yang membentuk kemampuan siswa sebagai
bekal untuk memasuki lapangan kerja sesuai dengan bidangnya masing-masing
2.
Meningkatkan
pengalaman siswa pada aspek-aspek usaha yang potensial dalam lapangan kerja
antara lain : Struktur organisasi usaha, jenjang karier, asosiasi usaha yang
potensial dalam lapangan kerja antara lain : struktur organisasi usaha, jenjang
karier, asosiasi usaha, manajemen usaha dan sebagainya.
3.
Meningkatkan,
memperluas serta memantapkan proses penyerapan teknologi baru dari lapangan
kerja ke sekolah.
4.
Menumbuhkembangkan
dan memantapkan sikap proesionalisme yang diperlakukan oleh siswa untuk
memasuki lapangan kerja sesuai dengan jurusan atau bidangnya.
5.
Memberikan
kesempatan siswa untuk memasyarakatkan baik sebagai pekerja penerima upah
(emplove) maupun pekerja mandiri (enteremer) terutama yang berkenaan dengan
disiplin kerja lapangan yang sedang dilaksanakan.
6.
Memperoleh
pendidikan dari sekolahan yang akan diterapkan di lapangan kerja industri kerja
atau dunia industri atau sebaliknya.
7.
Meningkatkan
kemampuan ketrampilan di dalam pelaksanaan praktek kerja lapangan dan maupun
mengembangkan ide-ide yang bagus.
8.
Memperoleh
masukan dari dunia usaha yang belum diberikan dibangku sekolah tentang
ketrampilan dalam bekerja maupun berorganisasi dalam berusaha.
9.
Dapat
menerapkan ajaran yang diberikan oleh Bapak / Ibu Guru waktu di bangku sekolah
di dunia industri / waktu bekerja di lapangan.
10.
Mampu
menyesuaikan diri dan bersikap baik atau disiplin dalam bekerja waktu masuk dan
sebagainya.
C.Tujuan Penyusunan Laporan Praktek Kerja Industri
(Prakerin)
1. Siswa mampu
memahami dan mengembangkan pelajaran.
2. Menambah perbendaharaan perpusatakan sekolah dan
menunjuang peningkatan pengetahuan
siswa angkatan selanjutnya.
3. Mengumpulkan
data guna keperluan sekolah dan diri sendiri.
4. Sebagai salah
satu syarat untuk mengikuti UAS dan UAN pada tingkat akhir.
5. Siswa mampu mencari alternatif pemecahan masalah
kejuruan sesuai dengan program study dipilihnya dari karya tulis yang disusun.
6. Siswa mampu
meringkas dan mencatatnya di dalam penyusunan karena adanya ringkasan dan
catatan materi dan dunia industri membuat kita lebih tahu dan sewaktu – waktu
lupa dapat membukanya kembali.
BAB II
PENDAHULUAN
A. Sejarah berdirinya DU/DI( Nama, Alamat,
Sejarahnya)
Sejarah
dari berdirinya BENGKEL MOBIL BANG JUN. karena ada seorang pengusaha yang ingin mempunyai sebuah
usaha yang berupa bengkel mobil yang akhirnya bertemu dengan seseorang yang di
anggap dapat mengelola usaha bengkel mobil kepada BAPAK JUNANTO, akhirnya di cari sebuah tempat yang strategis ( temeat
yang dekat dengan jangkauan konsumen dan dekat pula dengan tempat penjualan
seperpat mobil.
Dan
akhirnya di pilih sebuah tempat yang bertempat di jalan Padi Raya No.46 , Semarang.
B. Struktur organisasi DU / DI
Kepala
bengkel
Mekanik I Mekanik II
C. Pengaturan
Jam Kerja (tata tertib yang ada di Industri)
Jadwal pada saat mengikuti
pelatihan d dunia DU / DI :
Hari Masuk selama di DU / DI : Senin – Sabtu
Jam
kerja : Pukul 08.00 – 16.00 (senin s.d kamis) &
Pukul 13.00 (sabtu)
Hari Libur
kerja : Setiap hari
libur dan hari besar
Tata tertib selama di DU / DI : -
Selama berada di dalam bengkel harus memakai
Pakaian wearpack.
- Dan pada saat bekerja harus meggunakan
Pakaian wearpack
-
Pada saat bekerja tidak di perbolehkan bercanda.
- Pada saat
memperbaiki atau melrpas sesuatu
Harus menggunakan
alat sesuai dgan fungsinya.
D. Bidang
Produksi / Hasil Produksi (apa yang diproduksi).
Bidang yang di produksi berupa tune-up dan perbaikan mesin mobil yang lain
1. Seperti perbaikan sistim rem
2. Perbaikan sistim pendingin
3. Perbaikan sistim kemudi
4. Perbaikan sistim pemindah gaya
5. Pebaikan sistim kelistrikan
6. Perbaikan Mesin
7. Dan perbaikan lainnya
E.
Letak Perusahaan
Letak perusahaan berada di tempat yang strategis dengan
perumahan / jangkauan konsumen dan pengambilan tempat bengkel dekat dengan
toko-toko penjualan sepearpat.
Dan letak perusahaan bengkel berada di Jl.Padi
Raya No.46
Semarang
F.
Kegiatan Yang Dilakukan DU/DI
Kegiatan pada saat berada di DU/DI adalah membantu para pekerja / para
mekanik memperbaiki mobil-mobil yang di perbaiki / menyervis mobil-mobil
pelangan yang mengunakan jasa bengkel kami.
G.
Uraian Peroses Produksi
Pada saat proses produksi bejalan / sedang berlangsung
para mekanik di larang bergurau karena jika sedang memperbaiki mobil-mobil
konsumen dengan bergurau dapat membahayakan diri kita sendiri dan dapat
menurunkan kualitas pekerjan kita.
Dan pada saat pebaikan ada spearpat yang
harus diganti maka kami menganti dengan yang baru.
Sebelum mengganti dengan yang baru kami lepaskan lebih
dahulu sperpat yang rusak setelah itu kami pergi membelikan yang baru.
Setelah mendapat sperpat yang baru kami mulai memperbaiki
dengan mengantikan yang lama dengan yang baru.
Setelah pergantian semua selesai, lalu tahap selanjutnya
adalah mencoba / test jalan.
Setelah semua sudah dilaksanakan dan sudah selesai lalu
kita berikan mobil yang sudah kita perbaiki dan menira tip dari konsumen lalu mengucapkan
terima kasih agar konsumen senang dan dengan harapan agar konsumen mau kembali
lagi.
BAB III
LAPORAN
TEKNIK
TUNE
UP MOBIL KIJANG
1. LATAR BELAKANG
Kendaraan
terdiri dari sejumlah komponen, dengan dioperasikannya dalam waktu tertentu,
maka kemampuan komponen yang fungsional
( termasuk minyak pelumas ) akan berkurang karena terjadi keausan,
memburuk, berkarat, atau ada bagian-bagian yang perlu penyetelan.
2.
TUJUAN
Sebuah mesin memerlukan :
·
Pemeriksaan
·
Pembersihan
·
Penyetelan
Agar kemampuan mesin tetap berada pada kondisi terbaik
atau optimal. Hal tersebut akan membatasi menurunnya kemampuan dan mencegah
terjadinya kerusakan yang lebih berat pada mesin
3.
PERSIAPAN DAN KELENGKAPAN KERJA
a. Perlengkapan Keselamatan Kerja
– Fender Cover,
pasangkan fender cover pada kendaraan untuk melindungi fender kendaraan dari
goresan maupun kotoran.
– Grill Cover, pasangkan grill cover untuk menutup bagian
depan kendaraan.
– Steering Cover, pasangkan steering cover pada roda
kemudi agar tidak kotor.
– Floor Cover, untuk melindungi lantai kendaraan bagian
depan ( driver )
–
Seat
Cover, untuk melindungi tempat duduk bagian depan.
b. Perlengkapan Alat kerja
- kunci pas -
Timing light
- Kunci shock -
Spring Scale
- Kunci ring -
Penggaris Baja
- Kunci Momen -
Radiator Cup Tester
- Hydrotester -
Feeler gauge
- Multitester
- Tune Up
tester
c. Kelengkapan Kerja
- Kompresor,
airgun, selang udara
- Oil Pan (bak
plastik), Ã kerapian dan keselamatan kerja
- Majun/kain
lap, untuk menjaga kebersihan pekerjaan maupun badan kita.
- Tempat kerja
yang bersih dan sirkulasi udara yang cukup (keselamatan kerja)
Standart Operasional Prosedure Engine
Tune Up
3.1.1 Air Filter (saringan udara)
Saringan udara harus diperiksa dan
dibersikan secara rutin , sebab elementnya berangsur-angsur akan tersumbat
dengan debu dan tidak dapat memberikan udara yang cukup pada mesin, menyebabkan
tenaga mesin turun. Mesin ini menggunakan seringan tipe kering.
· Memeriksa filter udara
Menyemprot element dengan udara dari arah dalam sambil
diputar. Tekanan tidak boleh melebihi 7kg/cm2.
- .1.2 Fuel Filter (saringan solar)
- Saringan solar yang tersumbat akan menyebabkan berkurangnya jumlah
pengiriman bahan bakar ke injection pump saat dibutuhkan mesin pada
kecepatan tinggi/pada beban yang besar.
3.1.2.1Memeriksa saringan solar dari
kotoran.
- Hasil: solar dari fuel filter keruh dan berwarna
coklat pekat.
- Kesimpulan : fuel filter harus diganti
3.1.2.2 Prosedure
penggantian saringan solar.
·
Meletakkan bak di bawah saringan agar
solar tidak tumpah.
·
Mengendorkan saringan solar yang bekas
dengan memutar berlawanan arah jarum jam menggunakan kunci sarinagn solar.
·
Membersikan tempat pemasangan agar
saringan yang baru dapat dipasang dengan sebaik-baiknya.
·
Mengoleskan olimesin ke O-ring
·
Memutar saringan solar sampai
permukaanya berhubungan.
Memutar saringan solar dengan menambah 1/3-2/3 putaran
3.1.3 Water
SendimeterAir lebih berat dari solarsehingga
akan berada dibawah. Pelampung lebih ringan dari air tetapi lebih berat dari
solar. Oleh sebab itu, pelampung akan naik bila permukaan air dibawah solar
naik. Pada saat mencapai ketinggian water detection switch(reed switch) magnet
di dalam pelampung akan menghubungkan switch dan lampu indicator akan menyala.
3.1.3.1 Mengeluarkan air dan kotoran
dari water sendimeter.
·
Meletakkan ujung selang plastic kedalam
penampungan.
·
Mengendorkan tutup pembuangan dan
menekan pompa priming beberapa kali untuk
mengeluarkan airnya.
·
Mengeluarkan air, mengencangkan tutup
pembuangan.
· Memompa priming beberapa kali dan
perikasa kebocoran solar.
Lampu indicator harus sudah mati.
· Mengencangkan baut pembuangan angin
dan memompa lagi priming pump beberapa kali
untuk mengeluarkan udara.
· Mengulang buang angin apabila mesin
masih tetap belum hidup.
3.1.4 Oil
filter (saringan oli)
Oli yang
kotor dapat mencapai bagian-bagian mesin yang bergerak, bila saringan oli
tersumbat, maka bagian-bagian (part) cenderung cepat menjadi aus. Oleh sebab
itu saringan oli perlu diganti secara teratur.
3.1.4.1 Procedure penggantian oli
filter.
· Mengendorkan baut pembuangan untuk
mengeluarkan oli mesin.
· Menunggu beberapa menit kemudian
mengencangkan kembali baut pembuanagan.
·
Mengendorkan oli folter dengan
memutarnya berlawanan jarum jam. Menggunakan kunci saringan.
·
Membersikan
tempat oli filter agar sarinagan oli yang baru dapat tepat dapasang dengan
sebaik-baiknya
· Mengoleskan oli mesin ke O-rin
·
Memutar
searah jarum jam saringan oli yang baru sampai O-ring terpasang dengan baik.
· Menggunakan kunci saringan oli dan
tambah putarannya sebanyak 1/8 puataran.
3.1.5
Mengecek kauntitas & kebocoran oli mesin
Menghidupakn mesin dan Periksa
kebocoran oli mesin. tempat yang sering terjadi kebocoran adalah:
· Kebocoran
pada cylinder head, kemungkinan Karena pengencangan baut cover valve kurang
/seal cover valve sudah rusak/terjepit.
·
Kebocoran pada oil pan, kemungkinan seal oli rusak,
seal crank front rusak atau seal crank rear rusak dan seal cover timming rusak.
· Kebocoran dekat pompa injeksi,
kemungkinan seal O-ring pompa injeksi rusak.
Memeriksa ketinggian oli mesin dan
tambah sampai batas spesifikasinya. Kapasitan oli mesin penuh 4.5 liter
3.1.6 Penyetelan Tali Kipas
Memeriksa tegangan tali kipas. Defleksi
tali kipas 10 mm
Memeriksa tali kipas dari keretakkan dan
kerusakan.
1.
Damper puli
poros engkol
2.
Puli
alternator
3.
Puli kipas
pendingin
4. Puli pompa oli atau puli penghubung
5. Puli kompresor atau puli penghubung
·
Tali kipas
pendingin
Tefagangan tali kipas distel dengan menggerakkan alternator dan menekan bagian
tengah tali kipas dengan kekuatan 10kg.
1. Damper puli poros engkol
2. Puli Alternator
Puli
kipas pendingin
3.1.7 Menyetel Celah Katup
Akibat dari
gerakan turun dan naiknya piston yang bekerja di dalam silinder mesin
mengakibatkan komponen mekanisme katup dan kedudukannya mengalami getaran dan
keausan serta ekspansi panas. Hal ini mengakibatkan celah katup dapat
memperkecil/memperbesar. Jadi pada waktu tertentu celah(speling) katup harus
diatur/distel kembali agar mesin dapat menghasilkan tenaga optimal.
3.1.7.1
Prosedure Penyetelan Katup.
·
Melepas
cover valve
·
Menepatkan
silinder no 1 atau no 4 pada akhir langkah kompresi dengan memutar poros engkol
sampai tanda pada puli segaris dengan tanda pada jarum petunjuk.
· Memeriksa mur breket poros rocker arm
dari kekendoran. Kencangkan mur breket poros roker arm yang kendor sebelum
menyetel katup
Torsi mur
breket poros rocker arm
4JA1 : 5,5
kgf.m
C223 : 1,8
kgf.m
·
Memeriksa push rod pada katup buang dan katup masuk pada no 1
apakah dapat bergerak. Apbila push rod pada katup buang dan katup masuk
silinder no 1 tidak dapat bergerak bahwa piston no 4 berada di TMA pada akhir
langkah kompresi.
· Meriksa celah katup pada silinder no
1 atau no 4 di TMA pada akhir langakah kompressi ~Stel celah katup Top 1:
SILINDER 1 = Katup In & Ex
SILINDER 2 = Katup in
SILINDER 3 = Katup
ex
~ Stel celah katup Top 4:
SILINDER 2 : Katup Ex
SILINDER 3
: Katup In
SILINDER 4
: Katup In & Ex
Standart celah katup In & Ex :
C223
: 0,45 (mm)
4JAI
: 0,40 (mm)
4JBI
: 0,40 (mm)
4BEI
: 0,40 (mm)
4HFI
: 0,40 (mm)
3.1.7.2
Prosedur Penyetelan Celah Katup :
·
Mengendorkan
setiap baut pentetel celah katup seperti dalam gambar
·
Memasukkan
alat ukur pengukur celah katup (feeler gauge) dengan tebal yang telah
ditentukan antara rocker arm dan ujung batang katup.
·
Memutar
baut penyetel celah katuip sampai feeler gauge menjadi seret.
·
Mengencangkan
mur pengunci secukupnya.
·
Memutar
poros engkol 360 derajat.
· Menepatkan kembali tanda pada puli
poros engkol dengan tanda pada jarum petunjuk di TMA.
·
Menyetel
celah katup yang belum distel seperti urutan pada gambar.
·
telah
ditentukan antara rocker arm dan ujung batang katup.
·
Memutar
baut penyetel celah katuip sampai feeler gauge menjadi seret.
·
Mengencangkan
mur pengunci secukupnya.
·
Memutar
poros engkol 360 derajat.
· Menepatkan kembali tanda pada puli
poros engkol dengan tanda pada jarum petunjuk di TMA.
·
Menyetel celah katup yang belum
distel seperti urutan pada gambar.
· Memasang valve cover
BAB IV
PENUTUP
Dengan
terselesainya penyusunan laporan ini, penulis mengucapkan puji syukur kehadirat
Allah SWT krena berkat rahmat dan karunia-Nya, benar – benar memberi kekuatan
dan semangat bagi penulis sehingga dapat menyelesaikan laporan dengan baik dan
semaksimal mungkin.
Dalam
laporan ini penulis mencoba menuangkan semua buah pikiran yang ada serta
pengalaman yang didapat mengenai apa dan bagaimana Praktek Kerja Industri itu
sebenarnya. Hal ini penulis ungkapan supaya laporan ini bisa atau dapat
dijadikan sebagai gambaran atau bahan acuan oleh pembaca, khususnya adik-adik
kelas tercinta di Sekolah Menengah Kejurusan Negeri 3 Semarang. Tetapi penulis
yakin bahwa masih ada kekurangan – kekurangan dalam penyusunan laporan ini.
Dalam
berakhirnya kegiatan Praktek Kerja Industri dan selesainya laporan ini, penulis
dapat mengambil beberapa kesimpulan dari semua pihak :
A. Kesan
– kesan.
Selama melaksanakan Praktek Kerja
Industri penulis menemukan beberapa kesan yang yang turut diungkapkan antara
lain :
1.
Penulsi
merasakan adanya kemajuan baik dalam bidang yang tikuni.
2.
Adanya
hubungan kekeluargaan yang baik dan harmonis dengan pembimbing dan pengawas.
3.
Adanya
semangat untuk memahami bagaimana dan apa hidup mandiri itu.
4.
Dengan
usaha yang gigih akan kita dapatkan suatu hasil yang memuaskan
Saran – saran.
Dengan terselesainya laporan ini,
penulis berharap semoga dapat bermanfaat bagi pembaca. Dan juga penulis ingin
menyarankan :
2.
Kekompakan
antara pembimbing dan siswa Prakerin harus tetap dijaga dengan baik.
3.
Perawatan
yang baik pada mesin-mesin dan perlatan agar dapat beroperasi dan berfungsi
dengan lancar serta berumur panjang atau awet.
-
3.
Kedisiplinan dalam bekerja harus tetap
ditingkatkan.
D. Kesimpulan.
Penulis
menyimpulkan bahwa mesin – mesin dan peralatan yang ada di Perusahaan sangat
berguna untuk memenuhi kebutuhan konsumen BENGKEL PO. MINAS
Semarang merupakan aboran yang terkenal dengan
kualitas produksi yang baik.
E. Ucapan
Terima Kasih
Akhir kata dengan terselesainya laporan
praktek kerja industri ini, penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada
semua pihak yang telah memberikan bantuan dan bimbingan dalam pelaksanaan
praktek kerja industri maupun dalam menyelesaikan laporan ini sehingga semua
berjalan dengan baik dan lancar.
Semarang, April 2012
Penulis
Rega Alfinanda
DAFTAR
PUSTAKA
Smk negeri 3
peraktik DU/DI,
http://www.smkn 3_semarang@ yahoo.co.id
tahun 2010.
Bab III, tentang TUNE-UP & kegiatan
prakrin DU/DI.
TENTANG PENULIS
Rega Alfinanda adalah seorang siswa kelas XI TKR 3 yang telah mengikuti / melaksanakan
salah satu tugas / kelengkapan untuk melengkapi syarat mengikuti ujian nasional
/ UN yang sudah menjadi ketentuan semua sekolahan SMK